Pembuat hash
Fungsi hash kriptografi memetakan masukan dari berbagai ukuran ke sidik jari dengan panjang tetap. Gunakan SHA-256 untuk pemeriksaan integritas file, kunci cache, dan pembelajaran — bukan untuk menyimpan kata sandi (gunakan bcrypt/Argon2). Hash dihitung secara lokal sehingga kata sandi dan rahasia dalam string pengujian tetap ada di perangkat jika Anda menggunakannya dengan hati-hati.
Input
Cara menghasilkan hash
1. Tempel teks atau unggah file kecil jika didukung.
2. Pilih algoritma (SHA-256 direkomendasikan untuk pekerjaan baru).
3. Salin keluaran hex digest.
4. Bandingkan dengan checksum yang diharapkan dari halaman unduhan vendor.
Contoh hash
Verifikasi integritas unduhan
Bandingkan SHA-256 file iso dengan hash yang diposting penerbit.
Kunci cache
Hash badan permintaan JSON kanonik ke entri kunci Redis deduplikasi.
Hash email gravatar
MD5 email dengan huruf kecil untuk URL avatar lama — MD5 bukan untuk keamanan.
Kapan melakukan hash
• Saat memverifikasi unduhan file terhadap checksum yang diterbitkan.
• Saat membuat ID deterministik dari konten (git blob style).
• Saat mengajarkan cara kerja fungsi satu arah.
Saat hashing salah
• Jangan pernah menggunakan MD5/SHA1 sendirian untuk penyimpanan kata sandi — gunakan algoritme hashing kata sandi.
• Saat Anda membutuhkan reversibilitas — hash bersifat satu arah.
• Saat resistensi tabrakan MD5/SHA1 penting untuk keamanan — gunakan SHA-256+.
Integritas bukan keaslian
Hash membuktikan file tidak berubah sejak hash diterbitkan — tandatangani hash dengan GPG untuk membuktikan penulis.
Ekstensi panjang
MD5/SHA1/SHA256 dalam bentuk biasa rentan terhadap ekstensi panjang dalam penyalahgunaan MAC — gunakan HMAC-SHA256 untuk autentikasi pesan.
Penyebutan blockchain
Blokir rantai header hash sebelumnya — keluarga SHA-256 yang sama secara konseptual, konteks berbeda dari file checksum.
Pertanyaan yang sering diajukan
SHA-256 vs MD5?
SHA-256 aman untuk integritas; MD5 memiliki serangan tabrakan — baik untuk kunci cache non-adversarial saja.
Kata sandi yang diberi garam?
Gunakan API hash kata sandi khusus — bukan alat ini.
Output Hex vs Base64?
Pengkodean berbeda byte yang sama — cocok dengan format vendor.
Input unicode?
UTF-8 byte yang di-hash — string yang sama, pengkodean yang berbeda menghasilkan berbeda hash.
Lokal?
Ya — Web Crypto atau perpustakaan js di peramban.
HMAC?
HMAC memerlukan kunci rahasia — berbeda dari hash biasa.